Real Man Use Three Pedals | SimpananKU - Berita Terupdate Hari Ini

Real Man Use Three Pedals



Di akunnya salah seorang rekan saya berkicau, “Kalo lu tipe orang yang contohnya pas lagi mandi, mencet-mencet botol sampo kagak terbit isinya, terus lu buka botolnya, lu isi air dikit biar dapat keramas, maka janganlah berkoar-koar sok banding-bandingin LMPV Mitsubishi yang baru launching dengan pabrikan sebelah …. Orang kurang mampu diem aja di pojok sini sama gue, Bro ….”

Jleeeb.

Perkataan rekan ini termasuk ucapan dengan kandungan esensi tinggi, bahwa karakter atau sifat insan justru dapat ditengok dari perlakuannya terhadap botol sampo, bukan dari padangannya soal LMPV (low multi purpose vehicle) keluaran Mitsubishi yang punya potensi menggeser pamor Avanza kehormatan hati saya dan keluarga. (Dengan sepak terjang Mas Edi AH Iyubenu di Otomojok, saya hakulyakin sebentar lagi beliau, alih-alih saya, bakal dimampukan untuk menyantap mobil keluaran teranyar Mitsubishi tersebut dan menyerahkan ulasannya. Itu pun bila beliau sudi.)

Jadi saya tidak akan membicarakan itu. Perkara membaur sisa-sisa sampo dengan air, tersebut yang mengusik benak saya. Sebab, suka tidak suka, faktanya saya ialah tipe orang yang laksana itu. Termasuk pun memencet odol pasta gigi hingga gepeng segepeng-gepengnya atas nama prinsip efisiensi. Apakah saya orang pelit? Walaupun saya keturunan Minang, saya tegaskan saya bukan orang pelit, namun lebih ke orang yang perhitungan.

You can’t control what you can’t measure. kita tidak dapat mengendalikan apa yang kita tidak dapat ukur. Demikian petuah emas dari dosen saya dulu yang masih menempel di kepala. Dan ungkapan ini tidak melulu berlaku dalam permasalahan teknik (engineering). Ungkapan ini pun berlaku dalam keseharian, tergolong urusan lokasi tinggal tangga. Berhitung tersebut penting.

Termasuk menghitung selisih duit yang dapat didapat saat melakukan pembelian mobil dengan transmisi manual dikomparasikan mobil matic.

Saat melakukan pembelian mobil sejuta umat, si Avanza, pada 2012 lalu, saya memang memilih tipe manual. Istri saya memberi kuasa sepenuhnya untuk saya untuk memungut keputusan ini. Walaupun sebetulnya saya tahu, di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih mengharapkan tipe matic.

Siapa sih yang nggak mau mengemudikan mobil matic, lagipula jika pemakaian mobil guna operasional keseharian di jalanan Jakarta yang superruwet dan macet? Saya maklum, namanya pun perempuan, penginnya yang praktis.

Tapi, pertimbangan saya memilih mobil bertransmisi manual bukan sebab saya hendak masuk dalam kelompok real men use three pedals. Toh tanpa embel-embel tersebut saya tetap pria sejati beranak tiga.

Saya bakal coba sampaikan perbandingan head to head setiap sistem transmisi itu, baik buruknya, apa keunggulan dan kekurangannya. Buat bekal guna kalian kelak, siapa tahu istri atau pasangan kalian menanyakan urusan serupa, mengapa kok memilih manual daripada matic.

Transmisi Manual

Baca juga: Panduan guna Guru Mengemudi Sebelum Mengajari Emak-Emak Nyetir
Konsep utamanya dulu: transmisi manual ialah transmisi yang mana eksodus gigi dilaksanakan menggunakan pedal kopling (clutch). Dalam sistem manual, di samping kaki kanan yang aktif memainkan pedal gas, minimal ada dua anggota tubuh yang mesti stand by siap sedia, yaitu kaki dan tangan kiri. Kaki kiri untuk memasuki pedal kopling masing-masing terjadi eksodus gigi, sementara tangan kiri untuk mengalihkan tuas persneling.

Urutan persneling gigi (1-2-3-4-5-R) ialah urutan yang mesti kita hafalkan bilamana Anda termasuk pengemudi yang baru belajar. Tidak sulit, bila Anda telah mahir Anda bakal hafal luar kepala urutannya (ya iyalah). Bahkan bila kata kita salah memasukkan gigi, kekeliruan itu dapat terdeteksi dari laju mobil yang berat. Misalnya gigi pada nomer 3 pasti akan terasa berat ketika mobil melaju dengan kecepatan rendah, di bawah 20 km/jam misalnya.

Capek ya kedengarannya? Itulah seni mengemudikan mobil manual. Lama-kelamaan kita akan merasakan sensasinya. Permainan pindah gigi ini pun akan sangat menolong pada saat suasana darurat, mesti rem mendadak. Dalam situasi ini engine brake yang didapatkan oleh transmisi manual bakal sangat menolong kita.

Mengendarai mobil manual berarti kita memegang kuasa sarat dalam penataan kecepatan mobil sampai-sampai bahan bakar yang dihabiskan seringkali lebih irit dikomparasikan mobil matic. Dari segi perawatan, mobil manual menghabiskan ongkos yang lebih murah dikomparasikan mobil matic sebab sparepart-nya tidak macem-macem dan relatif gampang didapat. Rata-rata teknisi mobil sudah lumayan mahir dalam menangani troubleshooting mobil dengan transmisi manual.

Transmisi Otomatis (Matic)

Transmisi otomatis ialah transmisi yang mengerjakan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengolah level kecepatan pada sistem matic ini, dipakai mekanisme gesek dan desakan minyak transmisi otomatis. Pada dasarnya transmisi matic ini memakai 3 (tiga) komponen utama, yaitu torque converter, planetary gear unit, dan hydraulic control unit. Planetary gear bermanfaat untuk mengolah tingkat kecepatan dan torsi sebagaimana halnya dengan roda gigi pada transmisi manual.

Kenyamanan berkendara jelas akan diperoleh oleh pengendara mobil matic. Apalagi andai Anda stuck di Jalan Ciledug Raya yang naudzubillah hingga ganti presiden RI juga masih macet, mengemudikan mobil matic ialah surga. Kaki dan tangan kita relatif tidak pegal sebab yang bekerja melulu kaki kanan yang memasuki pedal gas. Tangan kiri dapat dioptimalkan guna beraneka aneka aktivitas, dari mulai update kedudukan Facebook, kepo akun IG mantan, twitwar, atau menelepon. Cuma nulis blog saja yang rasanya masih tak dapat kalau dilaksanakan dengan satu tangan kiri saja. Makanya mobil matic menjadi idaman generasi milenial, khususon kaum hawa.

Prinsip dua urusan yang bertentangan 180 derajat ialah bahwa keunggulan di pihak kesatu berarti kelemahan di pihak kedua. Kenyamanan berkendara mobil matic di atas berimbas pada konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dikomparasikan mobil manual. Maklum saja, pada transmisi matic, putaran mesin tidak dapat dikontrol sebagaimana transmisi manual.

Untuk perkara tanjakan, akselerasi mobil matic jelas kalah dikomparasikan mobil manual. Hal ini pasti patut jadi pertimbangan bilamana Anda suka traveling ke daerah-daerah dengan ketinggian tinggi semacam Dieng.

Engine brake? Lupakan saja, mobil matic tidak mengenal istilah itu. Makanya Anda mesti berhati-hati saat menginjak jalanan dengan kontur turunan yang panjang sebab perangkat yang dapat diandalkan melulu rem. Penggunaan rem yang terus-menerus bakal berimbas pada keausan permukaan cakram.

Di samping itu ongkos perawatan mobil matic lebih tinggi dikomparasikan mobil manual. Harga sparepart mobil matic seringkali juga lebih mahal dibanding mobil manual walaupun usia pakainya lebih awet. Hal yang butuh diperhatikan ialah jangan hingga terlambat dalam mengerjakan perawatan rutin guna mobil matic. Termasuk penggantian oli transmisi yang frekuensi pemakaiannya lebih sering dikomparasikan oli transmisi manual.

Dari sekelumit keterangan di atas, bisa ditarik benang merah bahwa harga beli mobil matic pasti saja lebih tinggi dikomparasikan mobil manual. Saat itu, selisih harga matic dan manual menjangkau 10 juta, suatu nominal yang lumayan siginifikan untuk rumah tangga pasangan muda nan harmonis laksana kami. Sehingga tanpa memperhatikan penjelasan teknis panjang lebar laksana yang saya kemukakan diatas, istri saya langsung kasih approval guna proses cicilannya.

Jadi, mana yang lebih bagus, manual atau matic? Ya tergantung. Jika Anda bermukim di perkotaan dengan jalan datar, tidak naik turun tajam kayak kontur Semarang, tidak jarang macet, tidak masalah dengan bahan bakar yang boros, plus kita punya uang tidak sedikit untuk mengasuh mobil serta tidak suka repot dengan kopling, matic opsi yang lebih bagus. Jika suasana sebaliknya, diperbanyak dengan sering membawa beban berat, ya bagusan memilih manual. Walau begitu, sekiranya pilihan Anda ialah matic bahkan semenjak dari belajar mobil, belajar memakai mobil manual tetap urgen sih.
HALAMAN SELANJUTNYA:


Subscribe ti receive free email updates:

0 Response to "Real Man Use Three Pedals"

Post a Comment

Gunakanlah Kata Yang Sopan dan Bijak dalam Berkomentar,hindari komentar yang menyinggung SARA dan RASIS,Serta hindari Hoax